Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif

  • Fatmawaty Amir Tangke Akademi Kebidanan Murung Raya
  • Riska Mila Valentina Akademi Kebidanan Murung Raya
Keywords: ASI Eksklusif, Kegagalan menyusui, Pengetahuan ibu, Dukungan Suami, cross sectional

Abstract

Kegagalan pemberian ASI eksklusif masih menjadi permasalahan multifaktorial yang serius di berbagai wilayah Indonesia. Penelitian ini bertujuan menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kegagalan pemberian ASI eksklusif meliputi pengetahuan ibu, status pekerjaan, paritas, jarak kehamilan, serta dukungan suami. Desain penelitian menggunakan analitik observasional dengan pendekatan cross sectional terhadap 20 responden ibu yang memiliki bayi berusia 6–12 bulan, dipilih melalui purposive sampling. Pengumpulan data dilakukan menggunakan kuesioner terstruktur dan dianalisis menggunakan uji chi-square pada taraf signifikansi α = 0,05. Hasil penelitian menunjukkan bahwa seluruh variabel memiliki hubungan bermakna dengan kegagalan ASI eksklusif, yaitu pengetahuan ibu (p = 0,0002), status pekerjaan (p = 0,0003), paritas (p = 0,0016), jarak kehamilan (p = 0,0001), dan dukungan suami (p = 0,0001). Disimpulkan bahwa kegagalan ASI eksklusif bersifat multidimensional dan dipengaruhi secara simultan oleh faktor individu, sosial, dan struktural. Tenaga kesehatan direkomendasikan untuk memperkuat program edukasi laktasi yang melibatkan suami secara aktif guna meningkatkan cakupan ASI eksklusif secara berkelanjutan.

References

Ariyani, W. (2023). Hubungan Karakteristik Dan Tingkat Pengetahuan Ibu Dengan Pemberian Asi Eksklusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Bunyu. Aspiration of Health Journal, 01(03), 382–392.

Dharmayanti, N. D., & Damayanti, D. S. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan, Sikap Ibu dan Dukungan Suami dengan Pemberian Asi Ekslusif. Jurnal Kesehatan Masyarakat Perkotaan, 4(1), 36–43. https://doi.org/10.37012/jkmp.v4i1.2072

Jauharany, F. F. (2023). Kurangnya Dukungan Suami, Riwayat Anemia Dan Kek Sebagai Faktor Risiko Kegagalan Asi Eksklusif. 12(April), 161–167.

Larasati, E. M., Gustina, E., Priyatno, A. D., & Evelina, H. (2025). Analisis Faktor Pemberian Asi Eksklusif di Wilayah Kerja Puskesmas Sukaraja Kabupaten Banyuasin Tahun 2024. Jurnal Kesehatan Saelmakers PERDANA (JKSP), 8(1). https://doi.org/10.32524/jksp.v8i1.1388

Mudrikah, & Jusmawati. (2025). Faktor- Faktor Yang Mempengaruhi Terjadi Kegagalan Asi Eksklusif Pada Ibu Menyusui Di Tpmb Mudrikah. 5, 644–655.

Muzaroah, S., Wathan, F. M., Lusita, P., & Indriani, N. (2023). Faktor-Faktor yang Memengaruhi Pemberian Asi Eksklusif pada Ibu yang Memiliki Bayi Umur di Atas 6 Bulan di Praktik Mandiri Bidan Annisa Kecamatan Air Kumbang Kabupaten Banyuasin Tahun 2023. 3, 10005–10018.

Napitupulu, L. P. (2023). Hubungan Dukungan Suami Dan Pengetahuan Ibu Terhadap Pemberian Asi Eksklusif Di Puskesmas Pahandut Kota Palangka Raya. Barigas: Jurnal Riset Mahasiswa, 1(September 2022), 61–68. https://doi.org/10.37304/barigas.v1i2.7996

Sonda, M. (2022). Hubungan Pengetahuan, Pekerjaan Dan Dukungan Suami Dengan Pemberian Asi Ekslusif Di Wilayah Kerja Puskesmas Mangasa Kota Makassar. 09(01), 70–79.

Sugiyono. (2022). Metode penelitian kuantitatif, kualitatif, dan R&D (Edisi Terbaru). Alfabeta.

Tanjung, H. (2024). Hubungan Tingkat Pengetahuan Suami Tentang ASI Ekslusif dengan Penerapan Breastfeeding Father: A Cross-Sectional Study. JURNAL PROMOTIF PREVENTIF, 7(6), 1209–1215.

Waluyo, U. N., Fitriana, J., Afriyani, L. D., Bidan, P. P., Waluyo, U. N., Bidan, P. P., Waluyo, U. N., Info, A., & History, A. (2025). Asuhan Kebidanan Continuity of Care ( COC ) pada Ny . S Umur 29 Tahun G1P0A0 di Desa Sidomulyo Kecamatan Ungaran Timur Kabupaten Semarang. 4(1), 1032–1040.

Wicaksono, B., Simanjuntak, B. Y., & Witradharma, T. W. (2023). Studi Kualitatif : Kegagalan Pemberian Air Susu Ibu ( ASI ) Eksklusif di Puskesmas Sidomulyo Kota Bengkulu. 8(2), 205–222.

Published
2026-07-30
How to Cite
Tangke, F., & Valentina, R. (2026). Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kegagalan Pemberian ASI Eksklusif. JURNAL KESEHATAN TERAPAN, 13(2), 198-206. https://doi.org/10.54816/jk.v13i2.1440