JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE //ojs.ukb.ac.id/index.php/jms <p><strong>Journal of Midwifery Science</strong>&nbsp;merupakan jurnal ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Kebidanan dan Keperawatan Universitas Kader Bangsa, dan sebagai sarana publikasi hasil penelitian serta sharing perkembangan ilmu kebidanan dengan&nbsp;<strong>p-ISSN 2807-7881 e-ISSN 2807-8373</strong>&nbsp;Jurnal ini memuat artikel yang belum pernah dipublikasikan sebelumnya yang berupa artikel hasil penelitian ataupun studi kasus, artikel telaah yang berkaitan dengan perkembangan ilmu kebidanan. Informasi mengenai pedoman penulisan artikel dan prosedur pengiriman artikel terdapat pada setiap penerbitan. Semua artikel yang masuk akan melalui ‘peer-review proses setelah memenuhi persyaratan sesuai pedoman penulisan artikel. Penerbitan jurnal ini dilakukan sebanyak dua kali dalam setahun yaitu pada bulan April dan Oktober.</p> Universitas Kader Bangsa en-US JOURNAL OF MIDWIFERY SCIENCE 2807-7881 Hubungan antara Tingkat Pendidikan tengan Pengetahuan Kontrasepsi Mahasiswa Kebidanan //ojs.ukb.ac.id/index.php/jms/article/view/787 <p><strong>Latar Belakang: </strong>Menurut Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI) tahun 2017, sekitar 8% laki-laki dan 2% perempuan berusia 15 hingga 24 tahun pernah berhubungan seksual pranikah<strong>.</strong> Sehingga diperlukan pembelajaran kontrasepsi. Program pemerintah yang disebut Keluarga Berencana (KB) bertujuan untuk menyeimbangkan kebutuhan masyarakat dengan jumlah penduduk. Tujuan penelitian untuk mengetahui "Hubungan Antara Tingkat Pendidikan Dengan Pengetahuan Kontrasepsi Mahasiswa Kebidanan Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Brebes Tahun 2023".&nbsp; <strong>Metode: </strong>Penelitian ini berjenis survei analitik. Pengumpulan data dilakukan menggunkan kuesioner. Lokasi penelitian ini dilaksanakan di Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Brebes, pada tahun 2023. Populasi pada penelitian ini adalah Mahasiswa Diploma III Kebidanan yang berada di STIKes Brebes berjumlah 75 Orang dan sample 73 responden. Data dianalisis dengan uji Chi Square. <strong>Hasil:</strong> Dari 75 orang terdapat responden yang pengetahuan secara formal tidak terpenuhi. Hasil uji statistik diperoleh nilai P = 0,038 (P &lt; 0,05) yang menunjukkan terdapat hubungan tingkat pendidikan dengan pemakaian alat kontrasepsi. <strong>Kesimpulan: </strong>Terdapat hubungan antara tingkat pendidikan dengan pengetahuan mahasiswa kebidanan sekolah tinggi ilmu kesehatan brebes terhadap alat kontrasepsi dengan nilai P = 0,038 (P &lt; 0,05). Upaya peningkatan pengetahuan mahasiswa kebidanan dapat dilakukan dengan banyak membaca buku dan mengikuti program yang sudah ada di kementerian kesehatan dan BKKBN, seperti KRR, PIK-R, GenRe, dan PKBR.</p> Suci Fitriana Pramudya Wardani Yeni Ita Pratiwi ##submission.copyrightStatement## 2025-04-08 2025-04-08 4 1 1 5 10.54816/jms.v4i2.787 Pengaruh Massage Effleurage dan Jus Wortel Terhadap Penurunan Gejala Dismenore pada Remaja Putri //ojs.ukb.ac.id/index.php/jms/article/view/908 <p style="font-weight: 400;">Masa remaja ditandai dengan menstruasi, yang sering disertai nyeri haid atau dismenore, dan dapat mengganggu aktivitas serta menurunkan kualitas hidup remaja putri. Dismenore dapat ditangani secara non farmakologis melalui teknik massage effleurage yang memberikan efek relaksasi, serta konsumsi jus wortel yang memiliki sifat antiinflamasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh message effleurage dan konsumsi jus wortel terhadap penurunan gejala dismenore pada remaja putri di SMA Negeri 1 Ciranjang. Penelitian ini menggunakan desain Quasi-eksperimen dengan pendekatan two-group pretest-posttest. Sebanyak 32 responden dipilih menggunakan Teknik purposive sampling, yang dibagi menjadi dua kelompok, yaitu kelompok massage effleurage dan jus wortel. Hasil penelitian menunjukan bahwa kedua intervensi tersebut secara signifikan mengurangi gejala dismenore pada remaja putri, dengan nilai p sebesar 0,000 (&lt;0,05). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa massage effleurage dan jus wortel efektif sebagai terapi non-farmakologis untuk menguangi dismenore. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk mengeksplorasi dosis dan frekuensi konsumsi yang lebih optimal.</p> Alyca Alvia Diana Hidayani Hidayani Shinta Mona Lisca ##submission.copyrightStatement## 2025-04-28 2025-04-28 4 1 6 11 10.54816/jms.v4i2.908 Gambaran Pengetahuan Ibu Tentang Pap Smear Yang Berobat Di Puskesmas Kertapati Palembang Tahun 2024 //ojs.ukb.ac.id/index.php/jms/article/view/1082 <p style="font-weight: 400;">&nbsp;</p> <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p><em>According to data from the World Health Organization (WHO) in 2022, there are approximately 400,000 new cases of cervical cancer each year worldwide, with 80% occurring in women living in developing countries. This study aims to describe mothers’ knowledge regarding Pap smear examinations at Kertapati Public Health Center, Palembang, in 2024. This research used a descriptive survey method with a cross-sectional approach. The sample was selected using accidental sampling, involving 35 married women aged 21–69 years within the working area of the Kertapati Public Health Center. Data were collected using a questionnaire as an interview guide. The knowledge aspects assessed included the definition, purpose, timing, and procedure of Pap smear examinations. The results showed that 22 respondents (62.8%) knew the definition of a Pap smear, 25 respondents (71.4%) understood its purpose, and 22 respondents (62.8%) were aware of its benefits. Fourteen respondents (40%) knew who should undergo the examination, while only 9 respondents (25.7%) understood the requirements. A total of 15 respondents (42.9%) knew that the examination should not be done during menstruation. Meanwhile, 34 respondents (97.1%) knew the location for Pap smear examinations, and 30 respondents (85.7%) understood that the procedure involves collecting fluid from the cervix. It is expected that the results of this study can serve as a reference for health workers to better understand the level of maternal knowledge regarding Pap smear examinations.</em></p> </div> </div> </div> Reffi Damayanti Arie Anggraini ##submission.copyrightStatement## 2024-10-30 2024-10-30 4 1 16 21 10.54816/jms.v4i1.1082 Analisis Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Anemia Pada Ibu Hamil //ojs.ukb.ac.id/index.php/jms/article/view/1083 <p></p> <div class="page" title="Page 1"> <div class="layoutArea"> <div class="column"> <p><em>Anemia in pregnancy is a global health issue, with higher prevalence in developing countries compared to developed ones. In Indonesia, the prevalence reaches 63.5%, while at the Annisa Maternity Clinic in Banyuasin, 28 cases were recorded in 2023. Risk factors for anemia in pregnant women include age, parity, pregnancy spacing, education, knowledge, nutritional status, socioeconomic status, and adherence to iron tablet (Fe) consumption. The aim of this study is to determine the factors associated with the incidence of anemia among pregnant women at the Annisa Maternity Clinic Banyuasin in 2024. This research used an analytic survey with a cross-sectional design involving 40 pregnant women who underwent antenatal care at the clinic in February 2024. Samples were taken using accidental sampling technique. Data analysis was conducted using univariate and bivariate methods with the Chi-Square test (α = 0.05). The results showed that 37.5% of respondents experienced anemia. High-risk age among pregnant women was 37.5%, low education was 45.0%, and poor knowledge was 42.5%. The study found a significant relationship between age, education, and knowledge with the incidence of anemia among pregnant women at the Annisa Maternity Clinic Banyuasin in 2024.Based on these findings, researchers hope that healthcare providers can enhance antenatal care (ANC) services at the Annisa Maternity Clinic and more frequently conduct educational sessions on anemia during pregnancy.</em></p> </div> </div> </div> Intan Sari Bina Aquari ##submission.copyrightStatement## 2024-10-30 2024-10-30 4 1 22 31 10.54816/jms.v4i1.1083