Prinsip Non-Refoulement dalam Perspektif Pancasila: Kemanusiaan dan Batas Kapasitas Negara
Abstract
Penelitian ini membahas penerapan prinsip non-refoulement dalam konteks hukum internasional dengan meninjau nilai-nilai Pancasila sebagai fondasi kemanusiaan. Latar belakang penelitian berangkat dari fenomena pengungsi dan pencari suaka yang menghadapi risiko pengembalian paksa ke negara asal, sementara negara berada dalam keterbatasan sumber daya dan kapasitas perlindungan. Tujuan penelitian ini adalah menganalisis bagaimana prinsip non-refoulement dapat dipahami dan diimplementasikan selaras dengan sila kemanusiaan yang adil dan beradab, sekaligus mengevaluasi batas kemampuan negara dalam melindungi individu tanpa mengabaikan kepentingan nasional. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan normatif-kualitatif melalui analisis dokumen hukum internasional dan nasional, serta telaah literatur terkait. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pancasila tidak hanya berfungsi sebagai kerangka etis normatif, tetapi juga sebagai dasar konseptual untuk memaknai prinsip non-refoulement secara kontekstual dan proporsional, dengan menempatkan perlindungan pengungsi dalam relasi dialektis antara martabat manusia dan kapasitas riil negara. Penelitian ini menawarkan model pemaknaan non-refoulement berbasis Pancasila sebagai konsep kemanusiaan kontekstual yang memungkinkan penyeimbangan antara kewajiban internasional, nilai ideologis nasional, dan keterbatasan faktual negara. Kesimpulannya, prinsip non-refoulement dapat dijalankan secara proporsional melalui pendekatan kontekstual-Pancasila, sehingga tercapai perlindungan pengungsi yang efektif, berkeadilan, dan tetap selaras dengan kepentingan nasional.
Downloads
References
Adwani, Adwani, Rosmawati Rosmawati, and M. Ya’kub Aiyub Kadir. “The Responsibility in Protecting the Rohingya Refugees in Aceh Province, Indonesia: An International Refugees Law Perspective.” IIUM Law Journal 29, no. S2 (2021): 1–21. https://doi.org/10.31436/iiumlj.v29i(s2).677.
Alvi Syahrin, M. “The Implementation of Non-Refoulement Principle to the Asylum Seekers and Refugees in Indonesia.” Sriwijaya Law Review 1, no. 2 (2017): 168–78.
Asmara, Melina Tri, and Alvi Syahrin. “Aktualisasi Kebijakan Imigrasi Indonesia Terkait Hak Asasi Manusia Bagi Pengungsi Rohingya Di Indonesia.” Journal of Law and Border Protection 1, no. 2 (2021): 73–84.
Chodorowska, Anna, and Anna Trylińska. “The Concept of the Principle of Non Refoulement in Refugee Law.” Discourse of Law and Administration 2 (2021): 115. https://doi.org/10.34768/dpia.2021.2.11.
Dita Liliansa, and Anbar Jayadi. “Should Indonesia Accede to the 1951 Refugee Convention and Its 1967 Protocol?” Indonesian Law Review 5, no. 3 (2015). https://doi.org/10.15742/ilrev.v5n3.161.
Fiani Prabaningtyas, R. A. Rizka. “Indonesia and the International Refugee Crisis: The Politics of Refugee Protection.” Journal of Indonesian Social Sciences and Humanities (JISS&H) (2023). https://ejournal.brin.go.id/jissh/article/view/8644.
Hamdi, M. Arief, Hanifa Maulidia, and Habbi Firlana. “Fenomena Pencari Suaka dan Pengungsi Etnis Rohingya di Indonesia (Studi Kasus Penanganan Rohingya pada Provinsi Aceh).” Jurnal Ilmiah Kajian Keimigrasian 6, no. 1 (2024): 45–62. https://journal.poltekim.ac.id/jikk/article/view/40.
Havez, M., N. Ernawati, D. Pitaloka, A. Rosidi, and J. Jumadi. “Balancing Local Community Interest and International Responsibilities in the Context of the Expulsion of Rohingya Refugees in Aceh.” Indonesian Journal of International Law 21, no. 4 (2024): 6. https://doi.org/10.17304/ijil.vol21.4.1823.
Momeni Rad, Ahmad, and Masoud Habibi. “The Principle of Non Refoulement: A Customary Rule or an Emerging Peremptory Norm in International Law.” Legal Studies in Digital Age 3, no. 2 (2022). https://doi.org/10.61838/kman.lsda.3.2.1.
Nurul Adhaniah, Dudy Heryadi, and Deasy Sylvia Sari. “The Cooperation of UNHCR and Indonesia on Afghan Refugee Handling in Indonesia.” Andalas Journal of International Studies 10, no. 1 (2021): 51–65. https://doi.org/10.25077/ajis.10.1.51-65.2021.
Prawira Candra Jaya, Beni, Zainal Abdul Aziz Hadju, Vincent Godana Yatani, and Ninin Ernawati. “Legal Status of Refugees in Indonesia: Between Non-State Parties and the Principle of Non-Refoulement.” Unram Law Review 9, no. 2 (October 14, 2025). Accessed December 4, 2025. https://unramlawreview.unram.ac.id/index.php/ulrev/article/view/436.
Qadaril Lailinnavis, Suanggi, and Pramukhtiko Suryo Kencono. “Perlindungan Hukum Bagi Pengungsi yang Belum Ditetapkan oleh UNHCR dalam Perspektif Hak Asasi Manusia (Studi Kasus Rohingya di Aceh).” Indonesian Journal of Law and Justice 3, no. 1 (2023): 12–29. https://journal.pubmedia.id/index.php/lawjustice/article/view/4772.
Riyanto, Sigit. “Prinsip Non Refoulement dan Relevansinya dalam Sistem Hukum Internasional.” Mimbar Hukum (JMH) (2012). https://doi.org/10.22146/jmh.16234.
Setiawan, Dodik, Sefriani, and Fezer Tamas. “No Choice but Welcoming Refugees: The Non Refoulement Principle as Customary International Law in Indonesia.” Lentera Hukum (2024). https://doi.org/10.19184/ejlh.v10i1.37920.
Setyawan, Vincentius Patria. “Hukum yang Membebaskan: Sintesis Hukum Progresif dan Humanisme Yuridis.” Legal Advice Journal of Law 2, no. 1 (2025): 45–54. https://doi.org/10.51454/jq94z825.
Setyawan, Vincentius Patria. “Kematian Hukum dan Lahirnya Hukum Progresif: dalam Konteks Penegakan Hukum di Indonesia.” Sol Justicia 8, no. 1 (2025): 11–20. https://doi.org/10.54816/sj.v8i1.945.
Sampson, Robyn C., Sandra M. Gifford, and Savitri Taylor. “The Myth of Transit: The Making of a Life by Asylum Seekers and Refugees in Indonesia.” Journal of Ethnic and Migration Studies 42, no. 7 (2016): 1135–1152.
Soeryabrata, Titi Herwati. “Juridical Review of the Refugees in Indonesia from the Human Rights Side and the Private Protection.” ICLEH 140, no. Icleh (2020): 271–76. https://doi.org/10.2991/aebmr.k.200513.055.
Sudrajat, Tedi, Baginda Khalid Hidayat Jati, and Chander Mohan Gupta. “Questioning Indonesia’s Role in Addressing Rohingya Refugees: A Legal, Humanitarian, and State Responsibility Perspective.” Volksgeist: Jurnal Ilmu Hukum dan Konstitusi 7, no. 1 (2025): n.p. https://doi.org/10.24090/volksgeist.v7i1.10506.
Susetyorini, Peni, and Kholis Roisah. “Tinjauan Yuridis Pelaksanaan Azas Non Refoulement dan Perlindungan terhadap Pengungsi (Studi Kasus Negara Jerman terhadap Pengungsi akibat Konflik Suriah).” Diponegoro Law Journal 5, no. 3 (2016). https://doi.org/10.14710/dlj.2016.12412.
Yasir, T., I Wayan Putu Sucana Aryana, and Cokorde Istri Dian Laksmi Dewi. “Comparison of Refugee Handling Policies from Abroad in Malaysia and Indonesia.” Jurnal Dialektika: Jurnal Ilmu Sosial 23, no. 2 (2025): n.p. https://doi.org/10.63309/dialektika.v23i2.629
Copyright (c) 2026 SOL JUSTICIA

This work is licensed under a Creative Commons Attribution-NonCommercial-NoDerivatives 4.0 International License.










