Efektivitas Program Edukasi dalam Meningkatkan Pengetahuan Orang Tua tentang Perawatan Luka Pasca Sirkumsisi Di Kelurahan Kedaton
Abstract
Circumcision is a common surgical procedure in male children that requires proper wound care to prevent complications such as infection and bleeding. Parental knowledge plays an important role in ensuring optimal healing. Preliminary observations in Kedaton Village indicated limited community understanding of post-circumcision wound care. This program aimed to improve knowledge through health education and free wound examinations. The intervention was conducted on February 12, 2026, involving more than 30 participants, using lectures, discussions, demonstrations, and educational posters. The results showed improved participant understanding of proper wound care techniques, early signs of infection, and the importance of regular monitoring. This health education program proved effective in increasing knowledge and has the potential to reduce post-circumcision complications.
References
Ahmadi, E. (2023). Efektivitas Metode Diskusi Kasus dan Metode Ceramah dalam meningkatkan pengetahuan dan sikap remaja tentang infeksi menular Seksual (IMS) di sma negeri 5 kota jambi 2023.
Amandha, A. F. (2024). Tingkat Pengetahuan Orang Tua Tentang Peran Sirkumsisi dalam Mencegah Infeksi Menular Seksual (IMS) di Klunik Sunat 123.
Arlis, & Sarah, M. (2023). Pengaruh Edukasi Terhadap Peningkatan Pengetahuan Orang Tua Tentang Perawatan Luka Pasca Sirkumsisi. Jurnal Ilmiah Mahasiswa, 2(2).
Damanik, F. S., Rawitri, K., Intan, C., Puteri, A., & Wahyuni, S. (2025). Edukasi Penggunaan Obat dan Perawatan Luka Pasca Khitanan Massal di Desa Amplas , Kecamatan Percut Sei Tuan , Kabupaten Deli Serdang. Jurnal Pengabadian Masyarakat, 4(4), 2828–0814. https://doi.org/10.35960/pimas.v1i2.1917
Deskianditya, R. B., Kusumawati, A., Budi, Y., Sakti, H., Adiyanti, N. F., & Wulandari, S. D. (2021). Komplikasi Nyeri dan Perdarahan Pasca Sirkumsisi Metode Klem. Jurnal Kesehatan Islam, 10(2), 77–83.
Morris, B. J., Wamai, R. G., Henebeng, E. B., Tobian, A. A. R., Klausner, J. D., Banerjee, J., & Hankins,
C. A. (2016). Estimation of country-specific and global prevalence of male circumcision.
Population Health Metrics, 14(4), 1–13. https://doi.org/10.1186/s12963-016-0073-5 Pasaribu, D. A., Sembiring, E., & Hutahaean, M. (2024). Hubungan Pengetahuan Orang Tua dengan
Perawatan Luka Sirkumsisi pada Anak Usia Sekolah 10-12 Tahun. Jurnal Ilmiah Keperawatan IMELDA, 10(2), 246–253.
https://doi.org/https://doi.org/10.52943/jikeperawatan.v10i2.1591
Ringo, B. R. A. S., Lubis, S. A., Hasibuan, H., Sitepu, J. F., & Lubis, T. T. (2024). Hubungan Perawatan Luka dan Keoatuhan Minum Obat untuk Penyembuhan Sirkumsisi di Klinik Ainun Mareza Percut. Jurnal Kedokteran STM, VII(II), 82–89. https://doi.org/https://doi.org/10.30743/stm.v7i2.623
Wahyuni, H. E., Ismiati, & Wahyuni, E. D. (2025). Edukasi Perawatan Luka Perineum untuk Ibu Pascapersalinan di Desa Mantang sebagai Upaya Pencegahan Infeksi dan Percepatan Penyembuhan. SAMBARA, 3(2), 206–213. https://doi.org/10.58540/sambarapkm.v3i2.773









