Faktor – faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Abortus: Systematic review
Abstract
Abortus merupakan salah satu komplikasi kehamilan yang dapat menimbulkan gangguan fisik maupun psikologis serta berkontribusi terhadap meningkatnya morbiditas dan mortalitas maternal, sehingga diperlukan identifikasi berbagai faktor yang berhubungan dengan kejadiannya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus pada ibu hamil berdasarkan bukti ilmiah yang telah dipublikasikan. Penelitian menggunakan metode systematic review dengan menganalisis 10 artikel ilmiah yang memenuhi kriteria inklusi, terdiri atas 5 jurnal nasional dan 5 jurnal internasional yang diperoleh melalui Google Scholar dan PubMed serta dipublikasikan pada tahun 2022–2026. Hasil penelitian menunjukkan bahwa faktor-faktor yang berhubungan dengan kejadian abortus meliputi usia ibu, paritas, riwayat abortus sebelumnya, usia kehamilan, jarak kehamilan, tingkat pendidikan, pekerjaan, anemia defisiensi besi, indeks massa tubuh yang tidak normal, obesitas, hipertensi, diabetes, sindrom antifosfolipid, kelainan anatomi uterus, gangguan hematologi, status sosial ekonomi, kondisi lingkungan, dukungan keluarga, dukungan tenaga kesehatan, serta perilaku ibu selama kehamilan. Faktor yang paling sering ditemukan pada berbagai penelitian adalah usia ibu, paritas, riwayat abortus sebelumnya, pendidikan, pekerjaan, dan anemia. Disimpulkan bahwa kejadian abortus dipengaruhi oleh berbagai faktor maternal, obstetri, medis, biologis, sosial, dan lingkungan yang saling berinteraksi selama kehamilan.










