Pemanggilan Tanpa Status oleh Penyidik dan Implikasinya terhadap Perlindungan Hak Individu dalam KUHAP Baru

  • Vincentius Patria Setyawan Universitas Atma Jaya Yogyakarta

Abstract

Practical summons without the determination of legal status by investigators during the investigative examination stage raises issues within Indonesian criminal procedural law. This is reflected in Article 22 paragraph (1) of Law Number 20 of 2025 concerning the Criminal Procedure Code, which grants investigators the authority, for the purpose of investigation, to summon or approach a person to obtain information without first determining their legal status as a witness or a suspect. This provision has the potential to create legal uncertainty and affect the protection of human rights in the criminal justice process. This research aims to analyze the implications of such summons practices on the protection of human rights and their conformity with the principle of due process of law. The method used is normative legal research with statutory and conceptual approaches. The findings show that Article 22 paragraph (1) contains normative ambiguity because it does not provide clear procedural boundaries regarding the purpose of summons, duration of examination, the right to legal counsel, and the legal consequences of statements obtained from individuals who have not been assigned a legal status. This lack of clarity opens wide discretion for investigators, which may weaken the protection of procedural rights of individuals during the investigation process. Therefore, clearer regulation regarding the legal status of subjects under examination from the outset of investigative actions is required to ensure legal certainty, protection of human rights, and the principle of fair trial

Downloads

Download data is not yet available.

References

Adam, Angelika Permata, et al. “Penerapan Asas Due Process of Law dalam Hukum Acara Pidana di Indonesia.” Jurnal Hukum Bisnis (J-KUMBIS) 4, no. 1 (2026). https://doi.org/10.37606/j-kumbis.v4i1.408.

Aini, Nurul. “Perlindungan Hukum terhadap Hak-Hak Tersangka dalam Proses Penyidikan.” Al-Ahkam: Jurnal Hukum Pidana Islam 5, no. 2 (2023): 123–134. Diakses April 22, 2026. https://www.journal.uiad.ac.id/index.php/al-ahkam/article/view/3673.

Alfiansyah, Muhammad, dan Pujiyono. “Kedudukan Hukum Tersangka dalam Proses Penyidikan Perspektif Due Process of Law.” The Digest: Journal of Jurisprudence and Legisprudence 2, no. 2 (2021): 147–155. Diakses April 22, 2026. https://journal.unnes.ac.id/sju/digest/article/view/48624.

Fajar ND, Mukti, dan Yulianto Achmad. Dualisme Penelitian Hukum Normatif dan Empiris. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2010.

Fuady, Munir. Metode Riset Hukum: Pendekatan Teori dan Konsep. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2018.

Harahap, M. Yahya. Pembahasan Permasalahan dan Penerapan KUHAP: Penyidikan dan Penuntutan. Jakarta: Sinar Grafika, 2016.

Ibrahim, Johnny. Teori dan Metodologi Penelitian Hukum Normatif. Malang: Bayumedia Publishing, 2006.

Irhamdessetya, Hani, et al. “Peran Advokat dalam Menjamin Due Process of Law pada Perkara Penipuan Ekonomi (Pasal 379a KUHP): Refleksi atas Sinergi dan Integritas Catur Wangsa Penegak Hukum.” Supremasi Law Review 6, no. 2 (2025). https://doi.org/10.26623/slr.v6i2.12734.

Luntungan, Nancy Glorya, Muhamad Rusdi, dan Muhammad Zaki Sierra. “Asas Praduga Tak Bersalah dalam Hukum Pidana: Refleksi Hak Asasi Manusia.” Juris Humanity: Jurnal Riset dan Kajian Hukum Hak Asasi Manusia 2, no. 2 (2023). https://doi.org/10.37631/jrkhm.v2i2.23.

Mahkamah Konstitusi Republik Indonesia. “KUHAP Baru Dituding Berpotensi Membuka Ruang Penangkapan Sewenang-Wenang.” mkri.id, January 21, 2026. https://www.mkri.id/berita/kuhap-dituding-berpotensi-membuka-ruang-penangkapan-sewenang-wenang--24421.

Marzuki, Peter Mahmud. Penelitian Hukum. Jakarta: Kencana, 2007.

Prasetyo, Dwi, dan Ratna Herawati. “Tinjauan Sistem Peradilan Pidana dalam Konteks Penegakan Hukum dan Perlindungan Hak Asasi Manusia terhadap Tersangka di Indonesia.” Jurnal Pembangunan Hukum Indonesia 4, no. 3 (2022): 402–417. https://doi.org/10.14710/jphi.v4i3.402-41.

Ramdani, Ahdan. “Pasal 22 Ayat (1) KUHAP: Kewenangan Penyidik Memanggil atau Mendatangi Seseorang dalam Tahap Penyidikan.” Lawyer Ahdan Ramdani, March 18, 2026. https://www.lawyer-ahdanramdani.com/pasal-22-ayat-1-kuhap-kewenangan-penyidik-memanggil-atau-mendatangi-seseorang-dalam-tahap-penyidikan/.

Ridlwan, Zulkarnain. “Perlindungan Hak-Hak Konstitusional Warga Negara dalam Proses Peradilan Pidana.” Cendekia: Jurnal Hukum, Sosial dan Humaniora 1, no. 1 (2023): 1–10. Diakses April 22, 2026. https://journal.lps2h.com/cendekia/article/view/17.

Sukardiawan, I Wayan, dan Syamsuddin. “Praperadilan dalam Perspektif Kebijakan Hukum Pidana: Tinjauan terhadap Putusan Pengadilan yang Menjadi Sorotan Publik.” Fundamental: Jurnal Ilmiah Hukum 14, no. 1 (2025): 32–43. Diakses April 22, 2026. https://ejurnal.umbima.ac.id/index.php/jurnalhukum/article/view/356.

Sutrsino, Anom. “Peran Hakim dalam Mewujudkan Due Process of Law pada Sistem Peradilan Tata Usaha Negara di Indonesia.” Locus: Jurnal Konsep Ilmu Hukum 5, no. 1 (2025): 17–28. Diakses April 22, 2026. https://jurnal.locusmedia.id/index.php/jkih/article/view/434.

Triana, Ikama Dewi Setia, Muhammad Yusril Irza, dan Arif Awaludin. “Reformasi KUHAP dalam Membangun Sistem Peradilan Pidana yang Berkeadilan dan Perlindungan Hak Asasi Manusia.” Al-Zayn: Jurnal Ilmu Sosial & Hukum 3, no. 6 (2025): 8293–8304. https://ejournal.yayasanpendidikandzurriyatulquran.id/index.php/AlZayn/article/view/2527.

Utama, I Made Arya, dan Ni Putu Rai Yuliartini. “Perlindungan Hukum terhadap Hak-Hak Individu dalam Proses Penegakan Hukum di Indonesia.” Jurnal Media Akademik 2, no. 3 (2024): 45–58. Diakses April 22, 2026. https://jurnal.mediaakademik.com/index.php/jma/article/view/3340.

Yusuf DM, Mohd. “Analisis Terhadap Pembatasan dan Pengawasan Kewenangan Kepolisian di Indonesia.” Milthree Law Journal 1, no. 2 (2024): 149–180. Diakses April 22, 2026. https://milthreelawjournal.co.id/index.php/mlj/article/view/2

Published
2026-06-25
How to Cite
Setyawan, V. (2026). Pemanggilan Tanpa Status oleh Penyidik dan Implikasinya terhadap Perlindungan Hak Individu dalam KUHAP Baru. SOL JUSTICIA, 9(1), 31-41. https://doi.org/10.54816/sj.v9i1.1359
Section
Articles